|
Belajar butuh pengorbanan, walaupun demikian pengorbanan tersebut akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses belajar tersebut.
Belajarlah dengan segenap cinta dan kesetiaan. Unsur tersebut berpengaruh dominan dalam sukses belajar. . |
| Joomla 1.0.x atau Joomla 1.5.x |
|
|
|
|
Banyak pertanyaan dilontarkan di berbagai forum, terutama forum komunitas pengguna Joomla seperti id-joomla dan forum.joomla.org mengenai pilihan menggunakan Joomla 1.0.x atau Joomla 1.5.x. Pertanyaan seputar flexibilitas, kemudahan, dukungan ekstension dan sekuriti menjadi hal yang kerap dibahas. Kalau begitu pilih yang mana? Joomla 1.0.x atau Joomla 1.5.x atau Golput? bicara eh menulis tentang mana yang lebih afdol untuk saat ini tentunya tidak lepas dari riwayat pengguna Joomla itu sendiri.
Bagi pengguna pemula (yang baru mengenal Joomla) menurut hemat saya sebaiknya langsung menggunakan Joomla 1.5.x (versi terkini Joomla 1.5.9). Mengapa demikian, karena terkait rilis resmi dari Core Developer Joomla yang menyatakan bahwa dukungan terhadap Joomla 1.0.x akan dihentikan pada medio 2009 ini (link) Pada titik ini pengguna dihadapkan pada dua pilihan Joomla 1.0.x atau Joomla 1.5.x dan tidak ada pilihan golput (kecuali anda menggunakan system yang lain- dan hal itu tidak menjadi bagian tulisan ini) Kelebihan dan kekuranganKelebihan pada system Joomla 1.5.x menjadi kekurangan pada Joomla 1.0.x dan begitu pula, Tidak ada satupun di muka bumi ini yang berstatus berlebih tanpa mengalami kekurangan. Joomla 1.5.x , menurut saya menjadi titik balik Joomla dimana para Core Developer dari berbagai negara sepakat dan bekerja keras dan sepenuh hati untuk mengimplementasikan ciri khas Joomla dengan menggunakan API (Advanced Programming Interface) sendiri dan penerapan MVC (Model View Controller). berikut beberapa hal yang saya kumpulkan (dapat berubah - baca bertambah) sewaktu-waktu sebagai fitur menarik pada Joomla 1.5.
1. template Override:Joomla 1.5 menyajikan fitur template override yang IMO memanjakan web developer untuk lebih leluasa melakukan experimen tampilan dan fungsi tanpa mengubah isi kode script utama (core script).Fitur ini diberlakukan pada extension component dan module dan menggunakan syarat dan ketentuan berlaku, maksudnya struktur component dan atau module extension yang digunakan mengikuti rules. 2. XHTML ValidDengan DocType XHTML Transitional 1.0 terbukti lolos dari uji validitas oleh mesin validator standar W3C.Kondisi valid XHTML ini berlaku surut pada instalasi default dan kegagalan validasi umumnya terjadi karena extension yang digunakanlah yang tidak mengikuti kaidah validasi, kecuali anda mau mengutak-atik sendiri. Catatan: situs MOTW ini lolos dari mesin validator setelah melakukan oprek panjang terhadap sejumlah extension yang dipakai. 3. Security PatchPada versi terkini pihak developer diperkuat dengan dukungan Joomla Bug Squad yang menurut bahasa awam saya, kerjaannya seperti team SAR-nya Joomla. Search bug and fixed it out.4. More Extendable extensionsMenurut pengalaman ujicoba, model extension pada Joomla 1.5 ini cenderung lebih extendable. Hal ini tidak lepas dari MVC yang diterapkan pada system Joomla itu sendiri. dan tentunya hal ini sedikit banyaknya membantu developer untuk lebih bebas mengapresiasikan imajinasi kedalam bentuk extension. Hal ini terbukti dengan dukungan extension Joomla 1.5 yang bertambah dalam kurun waktu yang singkat (Joomla Extension Directory)5. FlexibilitasPada Joomla 1.5 ini web developer dan pengelola web dapat merasakan kemudahan dan kecepatan dalam beraktifitas di lingkungan admin panel. Fitur AJAX dengan mootools pada admin panel begitu terasa. dan akan lebih berasa bila anda mau mengutak-atik sedikit system admin panel (baca: oprek script untuk admin panel).6. Cache systemDukungan terhadap system cache Joomla begitu terasa dibandingkan pendahulunya. (detail menyusul)sementara itu disisi lain tampak sejumlah fitur yang dulu ada kini tiada lagi, misalnya blog category archive dan blog section archive. Fitur ini menarik mengingat dapat melakukan peng-arsip-an artikel berdasarkan category dan atau section. Untuk masalah SEF url masih dirasa adanya ketidakpastian dengan model router pada section blog, yang menurut saya dapat memicu terjadinya duplicate content dimana yang satu ini kurang disukai oleh Search Engine. |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|