Penyelenggaraan LKS TK Prov. Sum-Bar tgl 26 April s/d 1 Mei 2009 (walaupun secara operasional kegiatan telah selesai sebelum tanggal 1 Mei 2009) telah “sukses”. Namun ada beberapa hal yang perlu menjadi cacatan untuk perbaikan di masa yang akan datang sebagai berikut :
A. Aspek Kepanitiaan
*)Panitia terkesan tidak siap dalam hal penempatan atau tempat penginapan Guru Pembimbing hal tersebut menyebabkan cukup banyak Guru Pembimbing yang tidak mendapat kamar penginapan sampai menjelang jam 18.00. Guru Pembimbing tidak tahu harus mengurus kepada siapa harus konsultasi .(kesannya antar panitia tidak ada koordinasi).
Hal tersebut diperparah dengan tidak adanya ID Card Panitia, menyebabkan panitia tidak di identifikasi (maklum yang dari daerah Tk II banyak yang tidak kenal dengan Panitia) Ketika akan mengurus sesuatu tanya punya tanya jawaban yang diperoleh jawaban sbb :
“O..bapak yang urus itu yang pake baju putih….. kalau masalah ini…. Itu urusan bapak yang palanya sedikit botak….. yang botak banyak….. eh..yang pake kumis dst.
Akhirnya Guru Pembimbing harus mencari tempat sendiri bahkan rela tidur berdempetan, tidur di lantai dst… (payah…..)
Tapi setelah di selidiki, ID Card telah tersedia tapi tidak di pakai oleh Panitia ataupun Juri. Ini jelas memberikan contoh yang tidak baik kepada peserta yang nota bene adalah siswa dalam proses pendidikan…. (Guru kencing berlari, murid mengencingi guru)
*) Sangat “lucu” ada panitia mengaku kalau baru tahu/kenal dengan Juri pada saat pengumuman pemenang lomba. (tidak kenal makanya amburadul)
*) Lucu juga Panitia kurang kenal (kurang melek) TI.
*) Lucu…Panitia mengatakan tahun ini (2009) adalah pelaksanaan LKS yang terburuk. (selama ini juga lebih jelek bozz)
*) Lucu… Panitia baru dapat kisi-kisi Nasional 2 Minggu sebelum pelaksanaan LKS. (padahal Sekolah saja sudah duluan download di internet)
*) Lucu…jika Panitia “menghitamkan kambing” Panitia Nasional yang kurang koordinasi dengan Panitia Propinsi. (Nah…Panitia Nasional… apa iya nih..)

B. Aspek Penjurian
*)Lucu … Juri mangaku tidak tahu menahu dengan Materi lomba, kisi-kisi, indikator penilaian, karena baru pagi pelaksanaan melihat soal dan yang bikin soal bukan juri, Tapi Panitia bilang yang bikin soal adalah Juri sesuai dengan kisi-kisi Nasional Tahun 2009. (kongkalikong akhirnya ompong)
*) Lucu…Juri ngaku belum dapat/ belum lihat kisi-kisi dan Pedoman Pelaksanaan LKS Nasional Tahun 2009. (Mantap)
*) Lucu…pengakuan juri bahwa baru 3 hari sebelum perlombaan di hubungi Panitia untuk kegiatan LKS.(kok mau …???)
*) Lucu…untuk 3 (tiga) bidang lomba (Teknik Jaringan, web design & Aplikasi) dilaksanakan dalam satu ruangan, saat yang sama dengan tiga juri yang sama. (hebat & ruarrrrrrr biasa…. tuh)
C. Aspek Pelaksanaan Lomba
*) Tidak ada SKENARIO PELAKSANAAN LOMBA, Daftar Peralatan Dan Bahan, Tata Tertib Lomba (sehingga pada Lomba Web Desain, peserta ada yang “copy paste script” tapi jadi juara). Kasihan siswa yang lain jadi kesal plus jengkel
*) Tidak ada skedul lomba yang jelas. (waktu yang digunakan adalah sistem random)
*) Kepada siswa & Guru pembimbing diberikan kesan bahwa kisi-kisi soal dan Pedoman Pelaksanaan LKS merupakan rahasia… sehingga peserta & guru pembimbing tidak mengetahui skop dan sikuen materi lomba LKS Tingkat Propinsi sampai lomba selesai. (hehehe….rahasia adalah milik agen rahasia)
Note: Mohon maaf sekiranya ada yang tersinggung, marah dan kesal.
Jika ada yang tersinggung kemudian marah, berarti oknum tsb dapat dikategorikan sebagai person/grup “investor usaha penghancuran sistem pendidikan dan anti perbaikan mutu pendidikan ”.
|